<body><script type="text/javascript"> function setAttributeOnload(object, attribute, val) { if(window.addEventListener) { window.addEventListener('load', function(){ object[attribute] = val; }, false); } else { window.attachEvent('onload', function(){ object[attribute] = val; }); } } </script> <div id="navbar-iframe-container"></div> <script type="text/javascript" src="https://apis.google.com/js/plusone.js"></script> <script type="text/javascript"> gapi.load("gapi.iframes:gapi.iframes.style.bubble", function() { if (gapi.iframes && gapi.iframes.getContext) { gapi.iframes.getContext().openChild({ url: 'https://www.blogger.com/navbar.g?targetBlogID\x3d9553298\x26blogName\x3dlowo+nge-blue\x26publishMode\x3dPUBLISH_MODE_BLOGSPOT\x26navbarType\x3dBLACK\x26layoutType\x3dCLASSIC\x26searchRoot\x3dhttp://lawabiroe.blogspot.com/search\x26blogLocale\x3den_US\x26v\x3d2\x26homepageUrl\x3dhttp://lawabiroe.blogspot.com/\x26vt\x3d-2331493869085819453', where: document.getElementById("navbar-iframe-container"), id: "navbar-iframe" }); } }); </script>

Medini oh medini

[catatan 11 Agustus 2007]

Pernah liat TV hitam putih bertenaga surya ?
ketika surya bersinar kuat, tampilannya terang, dan ketika surya tertutup mendung, TV pun keliatan buram alias gelap ?
ya, saya menjumpainya kemarin di "negeri antah berantah" berlabelkan perkebunan teh medini.

Untuk kesekian kalinya bisa kumpul rame bersama anak-anak loenpia. Kali ini dengan tujuan wisata perkebunan teh medini yg terletak di kecamatan Boja, kabupaten Kendal.
Meski pada naik mobil, kali ini kuputuskan naik motor... sendirian. pilihan tersebut bukan sebuah konsistensi atas sebuah ucapan di millis, tapi memang karena ada rencana pulang nanti malam karena suatu hal.





Separuh perjalanan sampai di Mijen ga ada masalah. Baru pada medan medini yang membuatku ngeri. jalanan isinya batu gunung, ga ada lampu penerang jalan pula.. sial !!! kirain cuman beberapa meter saja... ehh,, lha kok hampir seluruh sisa perjalanan isinya batu doank,, weisss... ancur tenan motorku.


ngeenggg !!!

Rumah Pak Min menjadi persinggahan pertama rombongan kami. Melepas lelah dengan minuman teh anget, mie rebus bagi yg udah lapar, plus menghirup bau gosong motorku :D. Rencana untuk pulang sepertinya meleset, karena aku harus mengistirahatkan motorku dan dengan tegas aku memilih ga berani pulang, daripada nanti di jalan kena garong, parahnya lagi kalo nanti kecemplung jurang... hueheuheu.

Persinggahan kedua ada di rumah Pak Min (nama sama, tapi beda orang). Karena ke-PD-an-nya sang supir, kita sempet kesasar beberapa kilometer dengan rute setapak buat mobil :( Tapi, emang dasar anak loenpia, belom rame kalo tanpa foto-foto.





sesampai di Pak Min 2, kita bener-bener bisa melepas lelah, karena telah tersedia semacam kasur raksasa (amben kayu). Ritual makan-makan belum bisa terlaksana, karena bu Min harus masak-masak dulu. Disinilah kita nonton TV bertenaga surya tersebut. So, ga ada kesempatan buat anak2 untuk nge-charge HP.. :D

Setelah menunaikan ibadah, kita segera meluncur ke goa jepang. Menurut cerita, goa tersebut dijadikan tempat persembunyian tentara jepang ketika jaman perang dulu. Bukan anak loenpia kalo ga ada foto-foto-an di dalam gua.





hancurkan !!!!! eh ?

Nah.. serunya dari perjalanan ada disini, yaitu berada di sekitar ratusan hektar perkebunan teh nan luas. Fiuwhh.. "planet" medini memang ajaib. Ajaib karena anak2 loenpia yg pendiam dan kalem berubah menjadi narsis semua... hahahah.






narsis itu pasti

Karena waktu udah tidak memungkinkan, perjalanan kembali dilanjutkan ke villa penginapan di Nglimut. Seumur-umur baru kali sang lowo ini menginap di rumah begituan :). Anggota rombongan bertambah satu lagi dengan hadirnya "bupati kendal". Malam hari bukannya istirahat, tapi malah pada maen game. Game di bawakan oleh mas Adi dan Pepeng dan semuanya berbau krupuk, karena makan krupuk adalah hukumannya. Dasar Jiban, bukannya bawa cewek, malah bawa krupuk satu karung...

Pagi hari adalah saat yang tepat untuk sarapan. Berhubung nasi goreng ga cukup menggajal perut kami, maka jagung bakar yang menjadi korban berikutnya. Dilanjutkan dengan renang, trus beberapa game dari mas Adi yg sungguh2 membuatku gila. :P
Ada gula ada semut, ada lowo ada gajah bunting, dan selalu saja aku menjadi korbannya setelah kali ini beliau dan turis bogor dengan suksesnya menginjak tubuh mungilku ini.. huh (tulangku remuk ndezzz!!!!)


angkat senjata jack !!!

Ada saatnya sebuah kesenangan akan berakhir. Yup, jam 12 tepat, angkutan siap menampung kami (mereka) untuk pulang. Akupun dengan honda Grand 96 siap untuk "ngegas" lagi.


sebelum pulang, nampang dulu depan cottage

Bye Medini...


bener bener lowobiru... huhuhuhu

Perjalanan ternyata belum berakhir, karena sebelum perpisahan, Kian yg jauh-jauh dari Bogor rela menawarkan soto gratis di warung om-nya di Tlogosari.. thnks Ki...

Anggota tour : Traju (korlap), Adi (asisten ?), Budi, Fian, Pepeng, Kian, Ari, Munif, Kholix, Ahmed, Hars, Jiban and friend, dan Ikan Koi

Foto-foto by : Budi, Adi, Hars, Kian

You can leave your response or bookmark this post to del.icio.us by using the links below.
Comment | Bookmark | Go to end